Fungsi Lensa Camera (Aperature)

Fungsi Lensa Kamera
Fungsi utama sebuah lensa kamera untuk mengumpulkan cahaya. Aperture dari sebuah lensa adalah diameter bukaan lensa dan biasanya dikontrol oleh iris. Semakin besar diameter aperture, semakin banyak cahaya yang masuk kedalam lensa. Sama dengan mata kita, bila kita menyipitkan mata kita, otomatis keadaan sekitar akan menjadi gelap. Pada saat kita melihat matahari yang sangat terang, kita pasti menyipitkan mata kita, begitu juga dengan kamera.

Fungsi aperture pada umumnya: 
Untuk mencegah over exposure pada saat memotret benda dekat (macro)Pada saat kita memotret benda dekat (macro), flash dinyalakan, bila aperture dibuka lebar-lebar [f2.8] maka akan terjadi over-eksposure atau keputihan. Walaupun exposure time / pengumpulan cahaya diatur ke 1/1000 atau berapapun, tidak akan pengaruh karena flash hanya nyala sekejap dan itu sangat terang. Lalu jalan keluarnya adalah dengan agak menutup aperture agar tidak terlalu banyak cahaya yang masuk ke lensa.
Untuk mencegah over exposure pada saat keadaan cahaya yang sangat terang (outdoor)Pada saat outdoor, dengan kamera yang hanya memiliki kemampuan exposure time minimal 1/1000 detik. Pada saat kita arahkan ke matahari, maka akan terjadi over-exposure jika tidak dibantu oleh aperture. Karena batas minimal exposure time pada kamera hanya sampai dengan 1/1000 detik.
Aperture maksimum besar adalah hal yang baik. Hal ini memungkinkan lebih banyak cahaya untuk mencapai sensor gambar, sehingga memungkinkan anda untuk menggunakan kecepatan rana yang lebih cepat. Kecepatan rana yang lebih cepat tidak akan menimbulkan efek goyangan kamera dan menghasilkan gambar yang tidak kabur. Keuntungan lain dari aperture maksimum yang besar adalah untuk memberikan pandangan / DOF (depth-of-field) yang dekat. Hal ini memungkinkan untuk mengaburkan latar belakang baik dengan demikian mengisolasi subjek Anda (terutama efektif ketika mengambil potret).
Aperture minimum kecil juga merupakan hal yang baik. Hal ini memungkinkan anda untuk menggunakan kecepatan rana yang lambat pada hari cerah. Kecepatan rana lambat memungkinkan gambar menjadi kabur.  Keuntungan lain dari aperture minimum kecil adalah untuk meningkatkan pandangan / DOF (depth-of-field) yang lebih luas Peningkatan pandangan memungkinkan anda untuk mengambil gambar pemandangan dimana banyak gambar di latar depan dan mencapai semua jalan ke latar belakang (biasanya, 'tak terhingga') adalah dalam fokus yang sama dan tajam.

kesimpulan:
    * Pilih aperture besar (atau kecil f / nilai atau nilai aperture kecil), misalnya f/2.8, untuk mendapatkan DOF (depth-of-field) yang sempit
    * Pilih aperture kecil (atau besar f / nilai atau nilai aperture besar), misalnya f/8.0, untuk mencapai DOF besar

Berikut adalah contoh tabel dimana kedua exposure bekerja (aperture dan kecepatan rana)
F1.8     F2.8     F4     F5.6     F8     F11     F16
1/250     1/125     1/60     1/30     1/15     1/8     1/4

Aperture dan Depth of Field (DOF)
AF pada putik bunga kuning di depan
DOF Sempit     DOF Lebar
  
Perhatikan bagaimana penggunaan aperture yang besar (nilai aperture kecil) melemparkan bunga-bunga di latar belakang tak fokus. Fokus harus tepat.     Menggunakan aperture kecil (nilai aperture besar) memperpanjang DOF dari latar depan sampai ke latar belakang.
49.8 mm, Av, Spot, 1/30 detik., f/3.5 , +0.7EV, Macro, Menggunakan tripod     49.6mm, Av, Spot, 1/5 detik., f/11 , +0.7EV, M

camera - menggunakan ISO untuk mendapat hasil yang baik

Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah. Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja. Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.


Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya mengeset ISO saya di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?


Secara garis besar, saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 ( dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av) , kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik. Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi:1/500 detik. Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh , kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1stop.


Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.

camera - shutter speed

Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.

Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:

    * Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
    * Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.
    * Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)
    * Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.
    * Shutter speed untuk membekukan gerakan. Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.
    * Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Pastikan anda mengikutkan minimal satu obyek diam sebagai jangkar foto tersebut.

Cara Mempercepat Booting Windows XP

Mempercepat Booting Windows XP


     Mungkin Pc anda mengalami booting windows yang sangat lambat di karnakan komputer yang agak lama atau terlalu banyak program yang di instal...
Berikut langkah-langkahnya agar booting windows anda menjadi lebih cepat :
cara 1 :
Buka aplikasi notepad
Ketikkan “del c:\windows\prefetch\ntosboot-*.*/q” (Tanpa tanda kutip )
dan save as dengan nama ntosboot.bat dalam drive c:\

Lalu klik menu Start–>Run–> dan ketikkan gpedit.msc

Klik Computer Configuration–>Windows Settings–>Script–>lalu klik 2 kali pada Shutdown

Dalam Windows Shutdown Properties klik add lalu browse. lalu cari letak file ntosboot.bat yang anda buat tadi dan klik open

Lalu klik OK ,Apply dan OK sekali lagi untuk menyelesaikannya

Lalu klik menu Start–>Run–> dan devmgmt.msc

Klik IDE ATA/ATAPI controllers–>Primary IDE Channel ( Klik 2 kali untuk membuka properties )

Pilih Advanced Settings
Pada Device 0 atau Device 1
Ganti Device Type menjadi None ( Ganti saja pilihan Device Type yang tidak terkunci )

Klik IDE ATA/ATAPI controllers–>Secondary IDE Channel ( Klik 2 kali untuk membuka properties )
Pilih Advanced Settings
Pada Device 0 atau Device 1
Ganti Device Type menjadi None

cara 2 :
1. pastikan kamu pakai account administrator
2. jalan windows explorer
3. di atas windows explorer klik menu Tools>Synchronize…
4. liat di dlm kolom, NAME dan Last Updated
5. di bawah offline webpage, kalo ada anak folder My Current Home Page yg di-check, dobel klik anak folder tsb
6. uncheck ‘Make this page available offline’
7. klik OK dan close sampaimke windows explorer lagi…
8. klik Tools>Folder Options…
9. klik menu tab ‘offline files’
10. kalokamu menjalankan user fast switching, maka tdk ada yg dpt dipilih di situ dan selesai sampai di sini
11. kalo tdk, maka uncheck ‘enable offline files kalo belom di-check

Pastikan mobsync.exe tdk jalan saat Windows start,
1. Start>run>ketik regedit
2. HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\Curr entVersion\Run
3. liat kolom NAME dan DATA
4. kalo ada kolom data yg isinya mobsync.exe
5. klik kanan pd kolom name-nya dan klik delete
6. kesimpulan :
tolong jangan sembarangan delete ato rubah isi2 yg ada di registry!!!!

Menonaktifkan Peringatan Di Startup

Menonaktifkan Peringatan Di Startup melalui Registry :

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows

Buat sebuah DWORD Value dan beri nama NoPopUpsOnBoot.

Klik ganda NoPopUpsOnBoot dan masukkan angka 1 pada Value Data.

Buat sebuah DWORD Value lagi dan beri nama Error Mode.

Klik ganda Error Mode dan masukkan input value sebagai berikut:

0 = No Error Suppression

1 = Suppress System Errors

2 = Suppress All Errors